Archive for the ‘sebuah puisi ungkapan hati’ Category

Aku tahu itu bukan dia,, Tapi kututup mata,, dan kutahan rasa,, Agar jiwa tak terus terluka,, Tapi raga tak pernah lega,, menunggu hingga tak bisa tertawa,, dengan terbelenggu asa,, Tapi apa daya,, ku hanya seorang remaja,, menyambut cinta dengan keluguannya,, tak tahu bagaimana dahsyatnya,, siksaan cinta yang hampa,, Yang tak tahu jika cinta bisa berjalan [...]

Apa yang tak mungkin, tlah jadi mungkin. Yang percaya akan merasakannya. Dulu mereka menjauhiku, Tapi kini, mereka membantuku. Dan ini hanya butuh satu tahun. Tuk merubah pandangan mereka. Memang berat, sangat berat. Tapi, yang berikhtiar sampai akhir tanpa putus asa, adalah mereka yang jadi juara. Sebenarnya stiap orang bisa mendapatkannya. Mereka hanya butuh kesabaran yang [...]

Meski tak tahu entah kapan. Meski tak tahu ini kan terjadi atau tidak. Meski nanti ku kan terlupa. Meski zaman tlah berganti. Meski nanti kau telah pikun. Meski nanti kau dengan yang lain. Dan meski nanti kita terpisah beribu mil jauhnya. Tapi ingatlah. Aku masih disini. Aku masih disini tuk setia. Ku kan slalu ada. [...]

Kutahu….

Posted: June 16, 2009 in sebuah puisi ungkapan hati

Kutahu cinta itu sakit, tapi tak terkira akan sesakit ini. Kutahu cinta itu derita, tapi kenapa sesengsara ini ? Kutahu cinta itu pengorbanan, tapi kenapa sebesar ini ? Kutahu cinta adalah ujian, tapi kenapa seberat ini ? Kutahu cinta adalah perjuangan, tapi apa harus sekeras ini ? Kutahu cinta butuh kesabaran, tapi apa harus selama [...]

Biar apapun yang terjadi, ku kan tetap menunggumu. Biar apapun yang orang katakan, ku kan tetap setia untukmu. Biarpun kau tak pernah tahu bahwa ku da, aku akan selalu ada untukmu. Biarpun tahu cinta ini takkan terbalas, ku kan selalu menanti hingga kau membalasnya. Biarpun nasib tak membuatku bersamamu, ku kan berusaha merubahnya. Biarpun ada [...]

Kemarin, wajahmu, terselip di hatiku. Tiba-tiba saja hal itu terjadi. Padahal diri ini telah berprinsip tuk melupakanmu. Membuat segala tentangmu hilang dari kepala ini, dari hati ini. Tapi, tak kusangka, kau muncul didepanku entah ada urusan apa. Meski tak sempat berucap, tapi aku senang. Aku senang untuk bisa melihatmu dan berada di dekatmu. Meski mungkin [...]

kutahu,, ini kan kusesali,,, tapi,, senyumanmu,, senyumanmu saat bersamanya,, merubah pikiranku,, dan juga ,, merubah perasaanku,, Tak ada alasan bagiku,, tuk mengganggumu,, kuakui,, bahwa kau yang pertama,, membuatku “begini”,, kini,, tiba waktunya,, dirimu hilang dari kehidupan ku,, kutahu,, bahwa tiada,, tiada yang lebih baik,, dari dirimu,, tapi “Dia” berkehendak lain,, sudah seharusnya,, Aku mengikhlaskan mu,, [...]

kau yang pertama mengajariku cinta yang tak pernah kupercaya hampir separuh hidupku ingin rasanya kuungkapkan segala gelora asmara di dada tapi mungkin oang akan tertawa sambil bertanya, “engkau pangeran dari negri mana?” mungkin kau akan kecewa, wahai kekasih melihat kepercayaan diriku yang tersisih tapi percayalah, bukannya aku tak mampu, tapi, apa daya ku seorang pemuda [...]

Cinta….

Posted: April 12, 2009 in sebuah puisi ungkapan hati

dia datang dan pergi bagai bunga di musim semi menerangi jiwa sepi karena terlalu lama sendiri                                            tapi, kadang ia seperti musim gugur                                            wangi dan semerbak bewarna anggur                                            mengisi hati setiap insan yang nganggur tapi kuharap, jangan seperti musim dingin yang meruntuhkan hati dengan angin yang angker seperti beringin                                  dan jadilah musim panas [...]